| | | |  
Skip navigation links
Tentang SieradExpand Tentang Sierad
Berita dan KegiatanExpand Berita dan Kegiatan
Informasi InvestorExpand Informasi Investor
Peluang UsahaExpand Peluang Usaha
 
Sierad Akan Memacu Program Kemitraan 
 
(Jakarta, Kompas, 5 Oktober 2007), Kecilnya laba bersih perseroan di tengah penjualan yang meningkat tajam, membuat manajemen PT Sierad Produce Tbk menata strategi usaha.

Salah satu pemain utama dalam industri peternakan nasional terpadu ini mengutamakan pengembangan program kemitraan dan usaha rumah pemotongan ayam (RPA).

Perseroan juga tetap akan meningkatkan produksi pakan ternak, ayam usia sehari atau Day Old Chicken (DOC), peningkatan penggunaan jagung lokal, perluasan area pemasaran pakan ternak, dan memproduksi pakan kualitas premium.

Berbagai terobosan ini juga dilakukan menghadapi desakan harga bahan baku pakan di tengah rendahnya daya beli masyarakat.

Wakil Direktur Utama PT. Sierad Rodolfo P. Pantoja, Kamis (4/10) di Jakarta, mengungkapkan, industri perunggasan tidak bisa menghindar dari kenyataan terus meningkatkan harga baku pakan.

Di sisi lain, perusahaan tidak bisa menaikkan harga pakan terlalu tinggi karena membuat peternak kesulitan, selain karena masih rendahnya daya beli masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PT Sierad Elies Lestari Setiawan mengungkapkan, selama Januari-Agustus 2007 perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp 1,026 triliun atau naik 34,02 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 766 miliar.

Di sisi lain, laba perusahaan meningkat 5,37 persen atau sebesar Rp 14 miliar dari periode tahun sebelumnya, Rp 13 milair.

Rasio utang terhadap ekuitas tahun ini hanya 0,2 sementara tahun 2006 sebesar 0,16 persen. Laba bersih perusahaan itu juga disumbang dari berbagai langkah penghematan dalam kinerja operasional.

Produksi anak ayam

Menurut Rodolfo, saat ini perusahaannya memproduksi DOC sebanyak 1,5 juta ekor per minggu. Dari jumlah itu, hanya 900.000 ekor yang diserap peternak mitra, sisanya dijual kepada peternak mandiri.

Dengan mendorong perluasan program kemitraan, diharapkan akan memacu peningkatan populasi DOC mencapai 1,2 juta ekor per minggu.

Makin banyak DOC yang terserap peternak mitra, akan naik pula penjualan pakan ternak yang saat ini kapasitas terpakainya baru 55-60 persen.

Seiring keluarnya kebijakan baru dari Pemprov DKI Jakarta soal distribusi unggas, Sierad juga akan ekspansi ke unit usaha RPA. Selain itu, Sierad telah mendapatkan kredit dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp 225 miliar untuk meningkatkan modal kerja.

Kredit ini memakai jaminan tanah, bangunan, dan mesin-mesin pakan ternak di Sidoarjo, Jawa Timur, dan Balaraja, Banten.

Ke depannya, Sierad juga akan melanjutkan program efisiensi biaya dan membuka depo-depo yang lebih dekat dengan pasar untuk mengurangi biaya transportasi.

 
@Copyright PT Sierad Produce Tbk